Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Saturday, 12 March 2016

Siomay Ikan Ayam

Siomay, makanan khas Bandung favorit saya. Suka dengan perpaduan bumbu kacangnya. Membuat siomay ternyata susah-susah gampang. Pertama kali mencobanya, siomay saya berakhir keras dan adonan tidak rata sehingga strukturnya tidak kenyal.

Oia saya lebih suka siomay tanpa kulit karna proses pembuatannya jauh lebih praktis dan tidak memakan waktu yang lama untuk mencetaknya. Terakhir kali saya membuat siomay dengan kulit sungguh menyisakan kenangan yang kurang mengenakkan. Karena saya kurang terampil maka saya habiskan waktu sekitar 1 1/2 jam untuk membungkusnya dengan kulit siomay. Oh.. tidak..


Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat siomay adalah:
  1. Gunakan ikan segar - agar aromanya terjaga. 
  2. Tambahkan daging ayam - agar kekenyalannya lebih pas.
  3. Gunakan tepung sagu tani - agar kekenyalannya lebih pas.
  4. Tambahkan lobak - agar siomay tidak keras saat dingin.
  5. Pastikan adonan teraduk rata. 
  6. Sebisa mungkin tidak menambahkan cairan apapun baik telur/santan/minyak. 
  7. Untuk hasil maksimal gunakan food processor. 
Untuk percobaan pertama, saya sarankan gunakan 1/2 resep dari takaran dibawah ya. Agar prosesnya tidak terlalu lama. Adonan dibawah akan menghasilkan kurang lebih 40 butir siomay. Simpan sisanya dalam wadah tertutup dalam freezer. Pastikan siomay dalam suhu ruang ketika memasukkannya ke dalam freezer. 

Bahan Siomay:
  • Daging ikan tengiri - 500gr (bisa juga menggunakan tuna)
  • Fillet ayam - 300gr
  • Lobak - 400gr
  • Tepung sagu tani - 400gr
  • Bawang putih 6btr
  • Merica 1 sdt
  • Garam 1 1/2 sdt
  • Gula pasir 1sdm
  • Daun bawang cincang halus 4sdm
  • Air untuk merebus 
  • Minyak goreng 1sdt
Cara Membuat: 
  1. Haluskan tepung sagu, lobak, bawang putih, merica, gula, garam. Sisihkan. 
  2. Haluskan ikan dan ayam. Lalu campurkan dengan dengan adonan bahan di step 1. 
  3. Masukkan daun bawang. Aduk dengan spatula. Tes rasa dulu ya.
  4. Didihkan air dalam panci besar. Masukkan minyak goreng. Kecilkan api hingga air tidak meletup. 
  5. Cetak adonan dengan sendok makan. Masukkan ke panci. Lakukan hingga adonan habis. 
  6. Rebus hingga adonan mengapung dan warna daun bawang layu. Kurleb 20menit. 
  7. Tiriskan. 
Bahan Bumbu Kacang:
  • Kacang tanah 150gr 
  • Bawang putih 4btr 
  • Cabai merah besar 6btr 
  • Gula merah 50gr 
  • Garam 1sdt 
  • Daun jeruk 6lbr
  • Air asam 50ml 
  • Air 600ml
Cara Membuat:
  1. Tumis bawang putih dan cabai merah. 
  2. Sangrai kacang tanah. 
  3. Blender semua bahan hingga halus + air. 
  4. Rebus hingga kacang mengental. Tes rasa.
  5. Taburkan bumbu kacang diatas siomay dengan tambahan jeruk limau, kecap dan saus sambal

Monday, 29 February 2016

Sop Iga

Sop Iga termasuk salah satu menu yang tersaji di saat spesial saja. Entah saat ada tamu atau acara khusus seperti Lebaran. Membuatnya mudah, hanya perlu kesabaran dan meluangkan waktu yang cukup untuk menghasilkan kaldu yang nendang dan berhiaskan minyak dari tulang iga.

Pastikan saat membeli pilih tulang iga yang masih cukup banyak dagingnya ya. Estimasi proses pembuatan hingga kaldu yang optimal 40 menit dengan presto atau 4jam tanpa presto. Bayangkan!!! Jadi harus super suabaaar. Bisa disambi sambil seterika mungkin :D


Bahan:
  • Tulang Iga 500gr, cuci bersih
  • Air 1lt
  • Wortel 150gr
  • Buncis 100gr
  • Kembang kol 100gr
  • Bawang bombay 1btr, cincang 
Bumbu Halus:
  • Bawang merah, 2btr
  • Bawang putih, 3btr
  • Merica bubuk 1/2 sdt
  • Garam 1/2 sdt
  • Gula 1 sdt
  • Jahe 2cm, keprek
Taburan:
  • Daun bawang 5sdm, iris halus
  • Bawang goreng, 2sdt
  • Tomat 1btr
  • Jeruk limau, 1btr
Cara Membuat:
  1. Panaskan air. Iris daging iga sesuai selera. 
  2. Rebus daging iga. 20menit dengan presto atau 3jam api sedang tanpa presto. 
  3. Tumis bumbu halus sampe harum. Saya suka menambahkan mentega dalam tumisan.
  4. Masukkan tumisan bumbu ke panci. Biarkan hingga 10menit. 
  5. Masukkan irisan wortel dan buncis. Tunggu sampe sayur matang. Check rasa ya.
  6. Masukkan daun bawang, bawang goreng dan tomat iris.
  7. Taburi dengan jeruk limau.
  8. Sajikan hangat ya. 

Sunday, 28 February 2016

Steamed Macaroni Schotel

I’ve been challenged by my English teacher, Hank, to have English post in this blog. Haha.. Even I’m not really confidence, I decided to make it. At least to encourage myself. Pardon my grammar. Experience is the best teacher, isn’t it? Glad if you could understand what I’m trying to talk about haha.

The easiest way to start English post is by this steamed macaroni schotel recipe. One of the most simple recipe I’ve ever tried. So effortless. I used to make it in a large portion, keep it in refrigerator, then eat it anytime I want or take a portion for breakfast at office.


Rainy season has coming... Having a lot of food stock is better, right? Don’t let your stomach empty :D

Ingredients:
  • Macaroni 200gr (2 handfuls)
  • Water 500ml
  • Oil 1/3 teaspoon
  • Plain milk 500ml
  • Smoked beef 150gr
  • Egg 1pcs
  • Garlic 3pcs
  • Cheddar cheese 40gr. Shred it (you can skip it if you want)
  • Butter 1spoon
  • Salt 1/3 teaspoon
  • Sugar ½ teaspoon
  • Pepper ½ teaspoon
  • Corn flour 1 ½ teaspoon + 30ml water

How to:
  1. Boil water. Put oil into it. Put macaroni into it. Wait until the macaroni well cooked. Drain the pasta. 
  2. Mince garlic. Mince smoked beef. 
  3. Heat the butter. Put minced garlic into it. Wait until it smells good.
  4. Put minced smoked beef into it. Wait until it smells good.
  5. In a large bowl, mix the pasta + milk + egg + stir fried garlic & smoked beef + cheese + salt sugar pepper + corn flour. Mix them well. You can add cheese onto it if you want. Taste check.
  6. Steam it for 20minutes. Tadaaa!!

Thursday, 28 January 2016

Another Weekend Escape at Bandung

Weekend kemarin ada acara Family Gathering kantor Ayah. Dan kita jalan-jalan ke Dusun Bambu Bandung. Yeaaaaay..

Berangkat pagi dan jam 07.05 uda masuk tol Jagorawi. Pagi itu hujan gerimis. Suasana mendukung buat bobo-boco cantik sebenarnya. Jalanan super sepi. Naura tidur lelap.

Thanks to Gmaps, kita sampe ke Dusun Bambu jam 10.00 melewati jalan setapak kecil dan lumayan berliku. Di jalanan sempat ngiler ngeliat jualan jajanan bandung mulai dari Bakso Cuanki, Cakuwe sampe Lumpia Basah. Pagi-pagi begitu liat ada yang anget-anget berasa pengen mampir sebentar. Andai Naura uda bangun pasti saya duduk manis di kedai-kedai itu. Suasananya super sejuuuk. Cerah tapi engga panas. Jadi  klo ajak anak kecil kesini saran saya pake baju panjang tapi dari bahan yang nyaman ya.

Habis dari tempat parkir kita langsung ke pintu masuk. Uang parkir mobil 15rb. Tiket/orang 15rb untuk diatas 2thn. Setelahnya, kita menggunakan shuttle car yang unyu untuk masuk ke arena. Turun dari shuttle car sempat blank juga dan masih bengong liat suasananya. Akhirnya kita putuskan untuk brunch dulu. Di dalam sini ada beberapa opsi tempat makan, yaitu Pasar Khatulistiwa dan Restoran Purbasari.

Pasar Khatulistiwa. Konsepnya food court. Banyak pilihan mulai dari pempek, otak-otak, batagor, ice cream whaffle, dimsum, kue pukis, aneka muffin, siomay dan aneka makanan khas nusantara lainnya. Semuanya enak. Harga berkisar 20rban. Belinya dengan sistem voucher. Voucher dari nominal 2500. Didalamnya ada minimarket yang menjual aneka oleh-oleh dan camilan khas bandung. Tempatnya nyaman. Bagi yang membawa anak kecil bisa main ke play ground atau memberi makan kelinci dengan HTM 50rb/anak. Betah. Setelah kenyang dari sini saya jalan-jalan lagi. Ternyata Ayah dan teman-temannya janjian ketemuan pukul 13.00 di Restoran Purbasari. Jam 12.30 Naura sudah mulai waktu ganti baju dan cuci muka. Saya bawa ke musholla sekalian sholat dzuhur dan selonjoraaan. Terlalu excited jadinya ga e=. Saran saya sebaiknya sholat ontime agar tidak terlalu antri. Musholla-nya bagus dan terawat. Sajadah plus mukenanya pun bersih. Pas pukul 13.00 saya dan suami menuju Restoran Purbasari.

Restoran Purbasari untuk minimal 6 orang selama 2 jam, 150rb/pax. Viewnya danau buatan dan pepohonan rindang. Sebaiknya reservasi dulu karena dijamin antri dan yang sudah di dalam Restoran pasti betah engga keluar-keluar. Restonya cocok buat yang mau relaksasi. Super recommended untuk keluarga besar. Makanannya saya suka. Porsinya cukup banyak. Bisa beli pakan ikan untuk mengisi waktu dan anak-anak pasti suka. Anak sibuk feeding ikan, ibu bisa sambil menyuapi. Ikan kenyang - anak kenyang - ibu happy :D.  Selanjutnya bisa sewa perahu untuk putar-putar di danau buatan. Saya lebih suka perahu sampan dayung. Karena perahu jenis donat ternyata kurang seru. Sambil menunggu teman Ayah yang lain, kami bertiga eksplorasi sekeliling restoran. Lalu satu persatu teman Ayah mulai datang dan kami bersilaruhami. Tetiba Naura mulai lelah dan mengantuk. Saya permisi dulu dan mencari tempat yang sepi. Saya pergi ke tenda-tenda di seberang danau. Naura akhirnya ketiduran sampe 40menit. Viewnya SubhanAllah.. Saya jadi pengen ajak orang tua saya kesana. Angin semilir dan hamparan tanaman hijau... Akhirnya jam 17.00 kami menuju Grand Royal Panghegar untuk beristirahat sebentar sebelum acara selanjutnya.



Grand Royal Panghegar. Sekitar 45 menit dari Dusun Bambu. Kamarnya sukaaa. Berlantai kayu parket dengan mini kitchen set serta ukuran yang cukup luas untuk 1 keluarga. Kamar mandi bath up tapi relatif sempit. Overall terbayar dengan kamar yang luas dengan tambahan sofa besar di sudut ruangan. Yang paling saya suka adalah adanya minimarket di lobby hotel, jadi saya bisa stock aneka camilan :D. Disini kiddos lagi-lagi sibuk feeding ikan. Lumayan anteng sambil Ayah Ibunya bersosialisasi. Lalu kita menuju ke Cafe Bali untuk makan malam.


Cafe Bali. Letaknya di Jalan Riau. Paling terkenal adalah nasi bebeknya. Tapi saya mencoba menu lain, nasi goreng seafood dan teh tarik. Enak. Kesengsem sama life music-nya. Suasananya cozy. Lebih baik reservasi karena tempatnya super ramai apalagi di malam minggu. Jam 11 akhirnya kami pulang setelah anak-anak mulai sedikit drama karena mengantuk. Saya pun sudah mulai sedikit encok haha. Niat pulang beli martabak manis diurungkan. Kemauan dan tenaga tak seiring sejalan.

Satu hari selesai. Keesokan harinya kami berenang di hotel dan makan pizza. Setelahnya kami berkumpul kembali dan foto bersama. Oia sepulang dari Bandung kita mampir ke RM Ciganea.

RM Ciganea ini letaknya di Jl Pemuda Purwakarta. Simply search RM Ciganea Purwakarta and you will find it. Suami saya sangat suka dengan sajian sambal mentahnya. Sandingkan saja dengan nasi hangat dan ayam goreng. Begitu saja. Rasanya sungguh aduhai. Setelah sekalian sholat Ashar kami lanjut pulang ke Depok.

Alhamdulillaaah weekend escape kali ini super happy...  

Monday, 3 August 2015

Mie Tek Tek

Mie tek tek ini hidangan favorit Ibu saya. Karena udara Malang yang dingin, maka sajian ini cocok dengan suasana yang ada. Sajikan hangat dengan banyak taburan rawit cincang dan bawang goreng. Sempurna! Makanlah beramai-ramai agar lebih nikmat.
Bahan:
  • Mie telur 1bungkus
  • Air 1ltr untuk kuah
  • Air 500ml untuk merebus mie
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Ayam fillet 200gr. Cincin. 
  • Udang kupas kulitnya 150gr
  • Telur 1btr. Buat orak-arik. Sisihkan. 
  • Tomat 1btr.
  • Bawang putih 3btr
  • Bawang merah 2btr
  • Kemiri 2btr
  • Merica 1/2 sdt
  • Garam 1 sdt
  • Gula 1,5sdt
  • Kecap manis 1sdm
  • Saus pedas 1sdt
Taburan:
  • Sawi hijau satu ikat. Potong. Rebus sebentar. Sisihkan. 
  • Kembang kol. Iris halus. Rebus sebentar. Sisihkan. 
  • Cabai rawit cincang
  • Bawang goreng
  • Daun bawang
Cara Membuat: 
  1. Didihkan air 500ml. Beri 3 tetes minyak goreng. Masukkan mie telur. Tunggu lunak. Angkat dan tiriskan . 
  2. Haluskan bumbu: Bawang merah, bawang putih, kemiri, merica
  3. Panaskan minyak. Tumis bumbu. Tunggu harum.
  4. Masukkan ayam dan udang. Tunggu matang.
  5. Masukkan air 1ltr. Tunggu hampir mendidih. Masukkan gula garam saus kecap.
  6. Tunggu air agak berkurang. Masukkan telur orak arik dan tomat. Koreksi rasa. 
Cara Penyajian:
  1. Siapkan mangkuk
  2. Letakkan mie satu porsi  makan
  3. Diatasnya letakkan sawi dan kembang kol rebus
  4. Beri kuah
  5. Taburi bawang goreng, daun bawang dan rawit
  6. Tambahkan bakso jika suka

Monday, 27 April 2015

Martabak Manis Bangka Super Simpel

Beberapa kali mencoba bikin Martabak Manis, tapi hasil akhirnya selalu over ragi (berasa seperti tapai) meski seratnya menggoda. Berbeda dengan percobaan kali ini, sukses tanpa rasa tapai. Ternyata hal ini diperoleh dengan meniadakan penggunaan mentega dan ragi instan. Hanya perpaduan susu, tepung, telur, gula, soda kue dan garam. Super simple dan lagi-lagi anti gagal.

Saran saya pada saat membuat martabak ini sebaiknya Anda tidak sedang dalam program diet ya. Martabak manis yang lezat adalah yang kaya dan tebal toppingnya. Coba saja tambahkan selai coklat favorit dengan tambahan kacang tanah sangrai. Hasilnya akan sangat aduhai :)
Untuk memperoleh serat yang optimal. Diamkan minimal satu jam. Hasil martabak manis ini tidak berminyak dan terasa gurih karena penggunaan susu cair.
Bahan:
  • Tepung terigu serba guna 200gr
  • Susu UHT Plain 250ml
  • Air suhu ruang 50ml
  • Telur ayam 1btr
  • Gula pasir 3sdm
  • Soda kue ½ sdt
  • Garam ½ sdt  
  • Vanila bubuk ½ sdt
Bahan Taburan:
  • Soda kue
  • Gula pasir
  • Margarin/butter
  • Susu kental manis
  • Keju
 Cara Membuat:
1.    Campur tepung terigu dengan susu dan air. Aduk merata dengan whisk (tanpa mixer ya)
2.    Masukkan telur. Aduk rata. Jangan sampai ada yang menggumpal.
3.    Masukkan gula, garam dan soda kue.  Aduk rata.
4.    Tutup wadah dengan serbet. Diamkan minimal satu jam.
5.    Panaskan Teflon hingga sedikit berasap. Matikan. Olesi dengan margarin sedikit. Lalu lap dengan tissue. Tips ini akan membuat warna permukaan adonan coklat merata. 
6.    Ambil adonan kurang lebih ½ bagian. Beri 1/3 sdt soda kue. Aduk cepat.
7.    Nyalakan api sedang. Masukkan adonan ke Teflon.
8.    Tunggu permukaan berpori. Beri taburan gula pasir 1sdm.
9.    Tutup. Tunggu hingga permukaan matang.
10. Angkat. Langsung olesi dengan mentega. Beri taburan susu kental manis dan keju (atau sesuai selera).
11. Lakukan dari kembali dari step 6 hingga adonan habis.

Yang di bawah ini, ditambahkan essence pandan 3 tetes ke adonannya jika menginginkan aroma dan rasa yang berbeda :)

Sunday, 7 December 2014

Sarapan Buah.. My ASI Booster n Fat Burner :)

Bermula dari menipisnya stock ASIP dirumah. Kebutuhan Naura yang meningkat plus saya juga uda mulai kurang tertib pumping. Yang biasanya sehari 5x pumping, saya menguranginya  menjadi 3x sehari. Saya kira karena Naura sudah setahun lebih saya bisa lebih longgar. Berkurangnya frekuensi pumping ini berpengaruh drastis ke hasil harian ASIP saya. Panik? Iyeesss!!
Terpikir meningkatkan porsi makan, tapi itu bukan keputusan yang bijak karena berat badan saya masih jauh dari normal.. Still have 6kg to go T_T. Berawal dari konsumsi jus buah setiap pagi lama-lama karena kurang praktis saya langsung makan dalam bentuk buah potong saja. Atas tersedianya buah potong ini saya bener-bener berterima kasih to Bibi... Udah telaten sediakan ini setiap pagi. Lagi musim mangga pula.. Buah favorit saya sepanjang masa. Rasanya yang manis, warnanya yang menggoda, sempurnaaa!! 

Pertamanya ya Allah luapaaaar bangeeeet.... Rasanya buah ini cuma lewat aja. Kaya belum makan. Bolak balik minum air putih buat menetralisir rasa lapar haha. Silly lah pokoknya. Mulai terbiasa di hari ke 7. Efeknya? Yang jelas hasil pompa ASI melonjak sekitar 40% dari biasanya. Metabolisme lebih lancar untuk masalah BAB. Rutin dan bikin perut kempes, hehe (ini niiih yang saya sukaaaa :D). Setelah sebulanan, tanpa terasa celana saya mulai longgar, trus di muka berasa lebih kenyal loh.. lebih cerah dan jarang komedoan, rasanya pengen jingkrak-jingkrak saking senengnya :D

Jadi tambah semangaat! Yuk lanjuuuuut.... 

Wednesday, 24 September 2014

Weekend Escape: Kampung Gajah Bandung

Saya dan Ayah masih in the mood for holiday. Apa daya cuti terbatas maka kita berusaha memaksimalkan weekend. Naura pun sudah setahun. Sudah lebih fleksibel untuk diajak main. Pilihannya antara Bogor, Bandung atau Anyer. Saya kurang suka pantai karena panasnya ga kuaat. Prefer yang adem-adem aja lah ya... Pilihan mengecil Bogor atau Bandung. Kata Ayah, Bogor kedekatan, setengah jam juga nyampe via tol. haha iya juga siih.. Oke pilihan semakin mengerucut ke Bandung. Deal. Then, kemana kita?

Bandung sebenarnya  menawarkan banyak opsi. Weekend sebelumnya kita habis ke Bandung juga ke rumah sodara di kawasan Cicaheum. Udah lamaaa banget engga jalan ke pusat kota Bandung, bulak balik kesini cuma sowan ke sodara aja. Jadinya kurang update deh ada apa aja di pusat Bandung.. Thanks to  google ya. Semua info ada. Suami suggest ke arah Lembang. Ada banyak opsi disana, Kampung Gajah, Rumah Strawberry, Floating Market and so on. Rencananya kita akan go show dan mau nginep di daerah Lembang juga. Oke.. Bungkus.


Sabtu pagi habis Subuh saya uda mulai packing donk ya... Dengan skenario nginap 1 malam dengan baby usia 1tahun ini bawaannya kaya gini:
  • Baju lengan panjang 4 (model jumper biar rapi)
  • Baju lengan pendek 3 (model jumper biar rapi)
  • Cardigan 1
  • Baju tidur 1
  • Celana panjang 8 (kan Bandung dingin)
  • Kaos dalam 7
  • Baju Renang
  • Ban Renang
  • Pospak 12 (biasanya sehari 4, dilebihkan  biar aman, repot aja ya kalo harus beli pospak di tengah jalan)
  • Selimut bobo 1
  • Slabber 2
  • Gendongan kangoroo 1
  • Kaos kaki 4
  • Sepatu 1
  • Topi 1
  • Peralatan mandi (sabun n shampoo 2in1 biar ringkes, telon, sisir, bedak, tissue basah, tissue kering, gunting kuku, handuk)
  • Peralatan makan (2 mangkuk kecil, 4 sendok, 2 gelas minum,  snack kering,  buah potong buat cemilan di jalan). Sebisa mungkin sediakan satu porsi sekali makan buat jaga-jaga in case dia lapar kita uda ready. Who knows kondisi traffic di jalan ya. Saya kemarin sedia nasi tim, omelet telur keju dan brokoli kukus. It helps loh! Pas lagi di tengah jalan Naura lapar dan terselamatkan dengan bekal ini, Engga sampe habis bis siih.. Tapi lumayan buat ngeganjal. Daripada beli di tempat engga jelas kan ya.. MSGnya itu loh.. T_T
Kalo  bawaan Ayah & Ibunya ga usah di share lah  ya.. Udah pada gede  ini  :D Usahakan semua bawaan untuk Ayah & Ibu plus si kecil masuk ke dalam satu koper biar ringkes dan praktis. Sediakan satu back pack kecil yang isinya dompet, charger, makanan baby, air minum, beberapa pospak dan 1 set baju ganti untuk si kecil plus tas kresek. Ini akan kita bawa saat di tempat rekreasi nanti. Jadi bisa bagi tugas, satu take care si kecil dan satu pake back pack kecil ini. Beda ceritanya kalo pas rekreasi  bawa Mbak/Nanny, hehe. 

Oia pastikan punya cash yang cukup. Bensin pastikan full tank juga. Iya sih ada banyak ATM and SPBU. Tapi 2 hal kritis banget saat diperlukan. Sedikit merepotkan jika traffic sedang kurang bersahabat dan harus mampir ATM atau SPBU. Plus, tidak semua tempat bisa swipe.  Baterai HP usahakan full. Supaya bisa maksimal buat cari info plus rute jalan. Power bank will be great! Bagi saya  yang punya maag (baca suka makan), sarapan sebelum berangkat juga wajib. hehe. Cemilan tak lupa :D

Alhamdulillah kita terselamatkan google maps dan waze. Jadi terhindar macet. Plus saat itu kita berangkatnya pagi, jam 7 dan jam 9.30 sudah sampe Bandung. Yeaay.. Tol luancaaar caarr. Kita diarahkan lewat jalan tikus yang meski banyak belok tapi bebas macet. Mayan lah.. Jadi  nambah pengetahuan gitu. Sepanjang perjalanan Depok - Bandung Naura bubuk nyenyaaak.. Dia kenyang soalnya sebelum berangkat uda sarapan dulu. Good job, Naura! ^^ Oia, sebisa mungkin sebelum berangkat kita sudah pelajari rute yang disarankan oleh google maps atau waze. Ini memudahkan pada saat perjalanan lho.. Karena kita sudah ada sedikit bayangan tentang rute yang akan ditempuh.


Sampe Lembang kita langsung lihat plang Kampung Gajah. Dalam bayangan saya ini akan ada banyak gajah bertebaran gitu... Dan ternyata tidak sodara-sodara. Ada banyak gajah sih, tapi cuma patung-patung doank. Haha saya ketipuuu! Dan saking kagetnya karena ketipu saya engga foto donk di depan Patung Gajah legendaris itu :D Langsung meluncur aja ke dalam. HTM 20rb per orang dan 10rb per mobil. Kita kena 50rb (Naura free karena masih bayi). Saya dan suami giraaaaang  banget. Kayanya sih kita berdua uda berpuluh tahun ga masuk tempat rekreasi gini. Duh keciaan! Naura sih masih belum loading secara masih bangun tidur. Ternyata puanas disana. Pake bangeets. Engga dingin seperti yang saya kira. Jadi Naura saya  gantiin baju pendek dulu. Plus topi, tepatnya kupluk sih. Ayah menggendong Naura, saya menenteng back pack. Uda masuk sana dan bengong haha. Dont know what to do. Iyes kami pun bengong. Celingukan mo ngapain ya ini? :D

Pergilah kita ke loket. Baca-baca ada apa aja disana. Kalo dilihat memang seumuran Naura ini perlu  yang semacam taman-taman gitu deh. Bukan yang naik wahana. Pilihannya banyak:

  • Waterboom. Gede banget dan bisa sampe bosen kalo seharian main disini. Cocoknya sih buat yang uda SD kali ya. Yang uda mulai penasaran maen seluncuran dan model wahana lain yang menantang. Kalo buat Naura yang kecipak kecipak doank saya rasa agak kemahalan. Mengingat masuknya waterboom all in diatas IDR 100rb. Better main di kolam hotel wae lah :D Skip.
  • Taman teletubbies, taman sepeda air, taman mobil. Masih belum cocok buat Naura. Skip. 
  • Mengendari ATV. Jelas. Skip.
  • Naek gajah. Skip.
  • Buanyaak siih. Saya enggak apal. 
Akhirnya kita naek andong. IDR 60rb seputaran. Disini terjadi over expectation. Kita pikir donk ya ini naek andong keliling Kampung Gajah. Ternyata tidaaaaaak...  Rutenya deket buangeeet. Ya ampun ga sampe 10 menit. Dan rute yang dilewati pemandangannya garing  banget. Saya dan suami sampe bisik-bisik, "haah, udah gini aja?". Gak mau rugi kita minta tolong mas-nya buat fotoin kita. Setidaknya ada momento. Meski masih agak ngedumel. Alhamduillah hasil fotonya oke. Jadi sedikit terbayar kuciwanya.

Lalu kita pun bengong mo ngapain lagi ya? Puter-puter kita tertarik  naik kuda. Duh.. ceritanya sih pengen Naura yang  naek kuda. Tapi kan harus ditemani. Suami suggest saya aja sambil gendong Naura. Biyuuh.. ternyata naek kuda itu suerem abiisss. Saya rasanya jantungan. Engga lagi-lagi deh T_T. Padahal cuman seputaran gitu doank.. Horor  bagi saya deh. Takut tetiba kudanya ngamuk. Kan ga lucu tuh kalo sampe nyungsep..

Habis maen kuda kita liat ada Bapak Tua gitu maen balon air. Gelembungnya bisa gede-gede gitu.. eh malah kita ada kali sejam ngeliatin Bapak ini beraksi. Naura suka banget. Langsung yelling kegirangan pas liat gelembung. Mungkin hal baru kali ya buat Naura.. Kelar liat atraksi ini uda semakin siang dan semakin panas. Kita pun putusin buat cuss mo cari maem. Bye Kampung Gajah..

PR selanjutnya: Hotel! Pengennya murah meriah. Rencana awal kita mau nginep di daerah Lembang yang deket Kampung Gajah. Tapi kok yang sesuai dengan budget kita engga ada.. Haha. Maunya  banyak, tapi emoh bayar mahal :D Rencana berubah, kita  mau nginep di tengah kota Bandung aja. Nah kita lack of plan disini nih... Tau sendiri kan Bandung kalo weekend puenuh gitu malah ga buru-buru reserve hotel. Yayaya.. Lesson learned banget ini. 

Kita mau nginep di Sheraton Dago donk ya.. Kesengsem sama suasana resortnya itu. Tapi apa daya kantong tak mampu hahaha. Meringis doank akhirnya. Lewat depan Sheraton sambil nelen ludah. Gleekk! Above 2jt per night. Hellooow... Its a big no no. 

Di sebelahnya ada The Silk Boutique Hotel. Masih kawasan Dago juga, muepet sama Sheraton. Kena 850rb per night. Sreg engga sreg  gitu. Buat harga segitu tapi engga ada kolam renangnya. Suasananya kurang "kita". Uda ngintip kamarnya. Ini cocok buat yang suka suasana chic mininalis gitu. Masih gress hotelnya. Nyoba lunch disini. Lumayan loh.. Saya suka makanannya. Harganya reasonable untuk ukuran hotel. Saya pesan fruit salad, chicken mushroom soup, cheese carbonara, ice lemon tea and ice coffee ga sampe IDR 150rb loh. Standard cafe aja kan? Tapi kalo kata suami sih mendingan makan lalapan Sunda haha. Ya iyalah.. Kenyangnya beda. Kenyang makan dan galau pun dimulai lagi. Mo nginep dimana euy? Kita mulai lelah dan memutuskan ke pusat kota aja. 

Keinget sama Savoy Homann di Jl Asia Afrika. Sudah pernah nginep disini dan sukaaa banget sama menu breakfastnya.  Cocoklah buat yang norak kaya saya ini. Semua mau dimakan :D. Kamarnya sih engga gitu gede. Paling 20 meter persegi.Pas ditelpon langsung girang donk ya.. Harganya ga jauh beda sama kita pas nginep kapan itu. IDR 720rb per night. Tapi kolamnya lagi ga bisa. Emm.. agak kuciwa tapi ya wislah. Udah mulai cape.. Sepanjang perjalanan Dago ke Savoy masih coba cari alternatife hotel karena sedari awal pengen nginep kawasan Dago. Ada beberapa hotel yang kita liat dan g sreg. Ada yang spooky dan ada yang kesannya hotel "macem-macem" gitu deh. 

Uda hampir sampe ke Savoy kita liat plang Hotel Prama Grande Preanger. Seems good nih hotel. Saya buruan googling donk ya buat liat gambar dalamnya hotel. Kok kayanya lebih bagus. Haha.. Bimbang lagi donk kita :D Harganya IDR 760rb per night dan swimming pool available. Waduh langsung berubah pikiran dan langsung cuss masuk ke parkirannya Hotel Prama Grande Preanger ini. Memang kita pasangan galau. Kita pun cancel yang di Savoy dengan alasan pengen renang (emang iya sih..). Alhamdulillah.. Ga salah pilih. Kamarnya gede, lantainya berkarpet dan suasananya oke. Yes, kelelahan ini terbayaar :D Sarapannya oke punya. Banyak opsi. Satisfied! Sayang kita ga sempat foto bertiga disini, Naura aja yang eksis hehe.

Overall, weekend escape kali ini kita puas buangeeet... Pengen main lagi next time. Lebih oke kalo  bisa stay di Sheraton Dago Hotel, haha. 

Sunday, 14 September 2014

Naura is turning 1!

Time flies! Naura is turning 1! Yeaay..
Doa Ayah Ibu, semoga kamu selalu sehat, sholehah, cerdas, humble, berbakti kepada orangtua dan keluarga, berguna bagi banyak orang, murah rezeki dan ceria. Jadikan Alquran sebagai peganganmu dalam berperilaku nanti ya Nak... Selalu menjadi teladan untuk adik-adikmu kelak. Dream as high as you could. Run as fast as you would. Habis ini lebih  lancar jalannya, lancar ngomongnya and genap giginya yaa.. :D


Dia sekarang lagi suka eksplor benda yang ada di sekitarnya. Kaya gambar di atas ceritanya dia niruin ibunya kalo lagi pakai jilbab. Jadi kaya tutorial hijab for babies yak? hehe.

Will i prepare a party to her? Nope! Ayah dan Ibu tidak bermaksud mengecilkan ulang tahun pertama ini.. Kita hanya ingin melewatinya dengan berbeda. Tetep bersyukur untuk segala kebaikan yang kita terima di tahun lalu dan semoga semuanya nanti menjadi lebih baik dan indah. Aamiin.

Alhamdulillah Naura lulus S2 ASI. Sambil lap keringet kalo inget rasanya perjuangan di sela-sela waktu kerja :D. Ah.. ga kerasa. 1tahun lagi ya Nak. Inshaa Allah.. :*

Friday, 30 May 2014

Naura's First Flight: 8m via Citilink (HLP-MLG-HLP)

Nah akhirnya keturutan juga ya Naura naek pesawat. Pas 8 bulan. Rutenya Jakarta Halim - Malang - Jakarta Halim. Pake citilink. Uda engga mau maskapai yang lain soalnya ogah via Bandara Suhat. Jauhnyoooo kalo dari Depok. Dan trip kali ini saya cuma berdua, iya berdua aja ama Naura. Ayahnya ga bisa ikutan soalnya ga bisa cuti. Saya cutinya masih puluhan jadi ambil aja, hahaha. Alhamdulillah perjalanan kemarin very very smooth loh. Naura sukses bobok dari mulai take off sampe landing dan baru bangun pas udah sampe rumah aja. Ah.. anak sholehah. I heart you, Nduk :*

Anteng bubu di kabin ^^
Tips and tricknya kaya gini.. (walah bahasaku :D)
  • Beberapa hari sebelum bepergian pastikan kondisi Anda dan baby dalam keadaan fit sefit-fitnya ya. Bepergian dalam kondisi kurang enak badan akan menyebabkan banyak drama :D
  • Know your baby so well. Jam tidurnya. Maenan favorit dan kebiasannya. Penting ini. Menentukan schedule tiket yang dibeli. Saya ke Malang via Bandara Halim karena lebih deket dari rumah di Depok. Jadi ga perlu  bleeding macet ke Suhat. Penerbangan jam setengah 8 pagi. Pas waktunya dia bobok pagi abis maem.
  • Pertamanya mau beli earmuff tapi ga jadi malah heboh belum lagi dia musti risih ada yang aneh di kepalanya. Jadi buat tutup kuping di pakein kupluk aja (tetep kece juga kan? :D).
  • Bawaan sepraktis mungkin. Saya bawa 1 koper and 1 handy bag yang isinya:
MPASI &ASIP plus air putih plus camilan
Diapers 3
Tissue basah
Minyak telon
Satu setel baju ganti + kaos kaki
Slabber/ bip
Kain bedong (buat jaga2 selimut di kabin)
Dompet kita
Map isinya tiket, KTP and uang untuk airport tax (pentiiing!! biar engga ribet pas mau check in),
HP plus chargernya
  • Tenang. Ini kuncinya. Dont be panic. Jangan mepet waktu check in. Biar relax dan bebas stress... Berjalan pelan saja engga usah ikut grusa grusu (ini nih ciri khas orang di bandara kan jalannya kaya lagi ngejar tukang sayur, hehe). Ibu tenang anak nyaman, Inshaa Allah :)
  • Pastikan dapat tempat duduk sebelah jendela supaya lebih nyaman saat menyusui dalam kabin.
  • Pastikan baby dalam keadaan hangat supaya lebih pulas bubuknya. Naura saya selimuti pakai kain gendongan meski udah pake sweater hehe. Puleeeesss.
  • Baby HARUS dalam posisi disusui saat take off dan landing agar telinga-nya tidak sakit karena perubahan tekanan udara yang mendadak.
  • Pastikan Ibu sudah sarapan. Aseli deh bakalan reuempoong kalo masih harus mampir stand buat  beli roti sekalipun. Kalo uda kenyang kan enak :D
  • Karena saya berjilbab, pakailah model yang nyaman. Kayanya tinggalkan dulu kebanyakan aksesoris yang malah bikin ribet. Baju sebisa mungkin yang ramah menyusui. Bisa sih pake apron. Tapi kan ini kita cuma berdua sama baby. Semakin simpel baju dan dandanannya semakin membantu. Lupakan heels. Welcome flat shoes kalo g pengen kaki malah snut snut pegel :D
  • Sebisa mungkin HP dalam kondisi ada pulsanya dan full baterai. Jaga-jaga kalo ada emergency yak...
Nursing room di Bandara Halim Perdana Kusuma
Alhamdulillah di Bandara Halim ada nursing room. Jadinya bisa nyuapin MPASI Naura sambil nunggu boarding. Nyaaaman.. Ada kasurnya jadi Naura bisa rebahan ga di gendongin melulu. Oia saya pake gendongan model sling, bukan yang ergo gitu. Lebih simpel menurut saya. Pas banget pas abis maem langsung panggilan masuk pesawat. Langsung di pakein sweater and kupluk. Masuk kabin langsung nenen and zzzz sampe landing. Makasih ya Nak uda anteng :)

Perjalanan kali ini ontime, take off and landingnya pun smooth. Kekurangannya satu, citilink tidak ada snack untuk penumpang (meski bisa beli di kabin), jadi better sedia roti and air minum buat Ibu-nya biar engga garing pas lagi flight. Saya kemarin maem snack Naura deh.. Keroncongan :D

Wednesday, 12 February 2014

My Naura is Turning to 5mo.

Alhamdulillah. Sebulan lagi kita MPASI ya Nak.. Engga sabar pengen liat kamu maem. Uda beli bangsa takahi ama baby blender.  Saking semangatnya. Tapi belum nyoba trial 2 peralatan itu sih. Masih pengen beli sendok MPASI itu. Kayanya lebih simple dibanding sendok ama piring. Rawan tumpah. Trusan pengen beli booster seat, niatnya mau ngajarin dia maem sambil duduk. Biar engga repot nantinya.

Yang jadi isu di bulan ke-5 ini adalah tengkurap. Naura uda bisa tengkurep, tapi agak males. Awalnya saya worry akan ada gejala “keterlambatan”, tapi setelah baca-baca artikel toleransi bayi tengkurap ada di 7 bulan. Naura bukan engga bisa tengkurep tapi males. Kalo lagi iseng suka miring-miring terusan hupp mengkurep deh. Tapi ya engga lama. Balik sendiri sudah bisa. Tergantung moodnya dia aja. Tugas saya sekarang kasih pancingan.

At the end, please stop comparing your baby to others. Because she is unique. Mommy loves u, Naura. So does your father ^^.


Monday, 13 January 2014

RSIA Melati Husada Malang

RSIA Melati Husada memang salah satu RSIA favorit di Malang. Saya kemarin melahirkan Naura disini. Overall saya happy sama RSIA ini.

Kita bicarakan positifnya dulu ya:
  • Letak strategis. Di Jl Kawi sebelahan persis dengan rumah dinas Walikota Malang. Deket dengan MOG (Malang Olympic Garden)
  • Suasananya kereen! Sama sekali engga ada unsur-unsur rumah sakitnya ya. Conceptnya seperti hotel boutique. Desainnya seperti rumah jawa. Unsurnya romantis etnik. Cocok buat honeymoon-an malah (halah!)
  • Kamarnya juga gedeee. Modelnya kaya hotel dibanding rumah sakit. Satu tempat tidur besar (dan bukan tempat tidur standar RS gitu). Ini berlaku untuk kelas 1 sd VVIP.
  • Makanannya uenaaaak. Dihias and menggugah selera bingiiits. Kelas 1 keatas penunggu akan dapat 1x makan. Lumayan. Tapi kemarin suami beli di pecel kawi melulu, soalnya dia ngidam banget ama pecel kawi. Sarapan, makan siang, cemilan dan dinner-nya oke punya. I like it soo much! Yang engga kuat itu ada es kelapa muda dikasihnya di kelapanya yang masih asli. Kebayang kaya dipantai ndak sih?
  • Emang di RS ini engga ada kantin tapi dipojokan depannya ada tukang bakso + mie ayam and soto yang uenaak. Jadi ya kemarin saya abis lahiran kerjaannya nongkrongin makanan ini hehe (minta di jewer).
  • Susternya ramah and komunikatif.
  • Pilihan Obgyn-nya banyak. Saya kemarin dengan dr. Putra (Alhamdulillah bisa normal). Secara track record yang lahiran disini lebih banyak normalnya. Inshaa Allah. dr. Putra sangat komunikatif, periksanya engga ada istilah terburu-buru, penjelasannya rinci terutama buat kita yang masih awam gini. Tarif konsultasi obgyn Rp 80,000/ visit.
  • Peralatan lengkap. USG 4D and color doppler bisa langsung engga usah ke lab dulu.
  • Ruangan bersalinnya satu-satu. Jadi privasi terjaga.
  • Secara value of economic puas bangeets.Saya kemarin normal kelas VIP habis 6,2jtan.  Ini rincian biaya melahirkan di RSIA Melati Husada:
  • Oia saat lagi antri obgyn kita bisa dapet teh manis for free (nyeduh sendiri tapi ya)
  • Souvenir habis lahirannya baguus. Satu set bantal and guling baby plus susu ibu menyusui (ini kalau kita bilang full ASI, tapi kalo engga bilang full ASI susunya susu formula buat si bayi, hiks). Bantal gulingnya bagus ada corak batiknya gitu.
  • Yang paling seneng, untuk kelas 1 keatas setelah lahiran akan ada kunjungan suster ke rumah 3x for free. Mantapkaan? Kalo kurang bisa sepakatan saja dengan susternya. Saya kemarin malah sampe minta tolong cukur rambut segala :D
  • Bisa urus akta kelahiran sekaligus. Biaya pengurusannya 100rb aja. Lama pembuatan kurang lebih satu bulan. Syaratnya cukup sediakan fc KTP ortu, fc surat nikah, fc KK. Masing-masing2 lembar ya. Pluuus..nama baby-nya. Gimana akta mau dibikin kalo nama belum fix :D
  • Bisa minta tolong tindik telinga juga buat yang baby-nya perempuan. Only 25rb. Cukup sediakan antingnya. Tunggu satu jam sterilisasi anting dan jadiii.

Minusnya?
  • Engga ada sistem booking kamar kecuali caesar. Jadi pas kita dateng udah bukaan sekalian buka kamar. Untung-untungan. Kalo pas kelas VVIP sd 1 penuh ya kita harus mau sharing dengan pasien lain.
  • Kita harus mastiin obgyn dan kita udah sepakat untuk pemberian ASI ya mommy... Dan usahakan minta rooming in dengan baby. Jadi pemberian ASI bisa dioptimalkan.
  • DSA-nya kurang komunikatif. Kalo untuk tujuan imunisasi doank sih oke. Kalo konsultasi saya kurang rekomendasiin. Masih komunikatifan susternya.
Semoga membantu ^^

Cerita melahirkan di RSIA Melati Husada klik disini: Namanya Naura Husna Alfaiza
Barang yang perlu dibawa saat persalinan klik disini:Barang yang dibawa ke RS saat persalinan
Perlengkapan bayi newborn klik disini: Perlengkapan Bayi Newborn (Baru Lahir)

Wednesday, 8 January 2014

Manajemen ASI ala Ibu Naura (2): Welcome Pumping!

Lanjutin artikel "Manajemen ASI ala Ibu Naura (1):  Persiapan".

Pumping pertama saya adalah saat Naura berusia 2 hari. Ini dalam rangka penasaran pengen mencoba Medela Mini Elektrik (Minel), (review Medela Minel sudah pernah diposting juga di "Review medela mini electric (medela minel)". Breastpump ini kado dari Kakak saya. Hehe. Selanjutnya saya coba lagi saat Naura usia 2minggu. Dan cuma dapet 50ml setelah setengah jam memompa. Saat itu down dan shock. Woow... dikit bingiiits. Ternyata ini wajar kok. Pada saat pertama memompa hasilnya tidak akan langsung fantastis. Apalagi jika usia baby masih muda. Karena demand masih sedikit maka supply sedikit. Tingkatkan supply-nya dengan cara meningkatkan demand. Caranya? Mulailah rutin memompa. Saya luangkan waktu dipagi abis Subuh, siang dan sore untuk pumping. Lama-lama bisa 150-250ml sekali pumping durasi 30menit. Paling efektif di pagi hari. Bisa jadi pada saat itu badan saya masih teramat rileks. Setiap Ibu berbeda ya polanya. Sesuaikan saja waktunya dengan kondisi Mommy. Prinsipnya, semakin rileks semakin banyak. Metode ini berhasil dapet rata-rata 3sd4 botol sehari. Tergantung keadaan juga. Dan Alhamdulillah 2minggu sebelum saya kerja freezernya udah full. Ah.. happy banget saya. Bahkan sampe kepikiran sewa freezer daging itu. Tapi engga jadi. Bingung mau ditaruh mana hehe. Ini dia penampakan freezer saya waktu itu:


Kapankah waktu ideal kita mulai stok ASI? Semakin jauh dengan waktu masuk kerja semakin bagus. Karena pada awal pumping hasil belum maksimal. Selain itu, semakin banyak stok semakin baik. Semakin sering dipompa tubuh akan mendapat sinyal bahwa demand tinggi, sehingga produksinya pun akan semakin bertambah. Buat saya, semakin banyak stock hati kita juga ikut lebih tenang.

Bolehkah mencampur ASIP? Boleh. Asalkan suhu keduanya sama dan diperah dihari yang sama. Ini memudahkan kita mengontrol berapa banyak stock. Jadi misalnya pumping pagi dapet 180ml dan siang 70ml. Itu jumlahnya nanggung kan ya kalo mau dletakkan di botol kaca (botol kaca idealnya untuk 100ml ASIP). Jadi kedua hasil pompa itu saya letakkan dikulkas bawah dulu beberapa jam agar suhunya sama. Baru kemudian saya bagi ke botol kaca untuk disimpan di freezer. Jangan lupa diberi label tanggal dan jam pompa ya. Saya lebih suka memberi label dengan sticker dibanding spidol karea bisa hilang jika kena air.

Nah itu ada 2 macam botol ASI yang saya pakai. Saya awalnya prefer pake botol ex UC (Rp 1800/botol) dan kantong plastik khusus ASIP. Akhirnya saya suka botol ASIP yang tutup karet. Lebih pendek sehingga di freezer bisa muat lebih banyak. Harganya Rp2,500/botol untuk yang bekas dan Rp 4,500/botol untuk yang baru. Bagaimana cara sterilisasinya? Saya cuci pake sleek (merk lain juga boleh) dengan sikat botol. Bilas bersih. Lalu siram air mendidih. Tunggu 5 menit. Tiriskan. Tutup beserta botolnya dan simpan. Saya suka menyimpang botol yang belum ada isinya ini di kulkas.

Jangan menyimpan ASIP terlalu penuh dibotol kaca. Idealnya 100ml perbotol karena ASI akan mengembang saat  beku. Jika isinya terlalu penuh, botol ex UC akan pecah dan botol tutup karet akan loncat tutup karetnya (saya sudah mengalami sendiri).

Botol buat Naura saya akhirnya pake dr. Brown yang memang terbukti anti kolik. Saya puas banget. Reviewannya ada di "Botol Newborn versi Naura: dr. Brown". Botol ini tergantung selera Mommy dan juga baby. Ada beberapa Ibu yang suka botol plasti, botol kaca, model standard neck or wide neck. Semua pilihan. Supaya lebih ringan dikantong, mulailah dengan botok yang harganya relatif aman. Jadi ketika baby tidak cocok dengan botolnya, engga mubadzir :). Yang penting nipplenya lembut dan sesuai dengan ukuran baby.

Cooler bag. Iya ini perlu banget. Buat membawa ASIP dari kantor ke rumah. Ice gel dibutuhkan jika di kantor kita tidak ada kulkas. Jika ada, sehabis pumping masukkan ASIP ke kulkas lalu sebelum pulang masukkan ke cooler bag. Jika perjalanan jauh (lebih dari 2jam) icegel juga diperlukan. Saya pakai coolerbag merk gabag dan unimom. Belum kerasa bedanya sih karena jarak kantor ke rumah tidak pernah lebih dari sejam. Tapi secara fashion, gabag lebih oke karena modelnya bagus dan variatif plus elegan. Bahkan ada yang model combo. Bawah cooler bag dan atas bisa untuk menyimpan dompet atau bawaan kita. Jadi engga perlu bawa 2 tas kalo mau kerja.

Bagaimana dengan pumping saat kerja? Ada di artikel "Manajemen ASI ala Ibu Naura (3): Pumping Saat Kerja" ini ya..

Sunday, 22 December 2013

Hari Ibu. Ini ceritaku ^^

Happy Mothers Day!! Yeey...

Ceritanya 22 Desember kali ini pas hari minggu. Dimana mbak asisten libur. Di rumah deh kita bertiga (saya, Ayah n Naura). Dari pagi ujan deres. Walhasil pada bangun siang semua. Naura apalagi, habis kenyang nenen langsung aja berangkat bubu lagi. Ayah juga, bubu pulas depan TV. Saya? Tiduran sambil ngeliatin mereka berdua. Mau berangkat bikin sarapan nunggu Ayah bangun. Masih males. Pengenlah sedikit menikmati "me time" ini. Walau hanya bertahan engga sampe setengah jam Ayah bangun dan berangkatlah saya ke dapur. Bikin mie tek-tek. Cocok bangeets ama suasana dingin hujan pagi itu. Foto dan resep menyusul ya. Kemarin engga sempat di foto udah pada keburu laper hehe.

Habis sarapan trus Naura bangun. Acara berganti ke mandiin Naura. Ngajak dia becanda dan nenen dan bubu lagi. Oh baby... Gitu aja deh seharian. Makan bubu nonton dvd ngajak maen Naura. Lovely!!

Malemnya, saya nyiapin makan malam. Menunya sambel terasi ama bakwan sayur pake nasi anget. Suasana masih hujan gerimis diluar. Cocoklah ya. Eh di dalam Ayah ngambil gitar dan akustikan ama Naura. Naura senyum-senyum and cekikikan ngeliat Ayahnya.. Ah.. such a very beautiful view! Ini jadi semacam hadiah buat saya. Setelah (lumayan cape) seharian berjibaku ama kerjaan rumah (halah lebay).


Oia, kerjaan rumah memang seakan engga akan ada habisnya. Yang nyapu, yang ngepel, yang nyuci piring, yang buang sampah, yang masak, yang bersihin kamar mandi, and so on. Akhirnya, semua itu back to prinsip kita sendiri. Dont be too perfectionist on this matter. Do what u love to do and dont do what u don't love. And do not expect somebody (suami) suddenly come and give some helps. Ini penting pemirsah! Yang bikin cape adalah kalo kita berharap ada bantuan ternyata bantuan tidak datang. Dan ketika akhirnya bantuan datang, anggaplah itu semacam hadiah buat kita. Jadi kita kesel sendiri. Iya kan? Bener apa engga? hehe. Jadi  cuek aja kalo misal belum nyapu or ngepel. Engga usah dipikir. Anggap aja itu reward (lagi-lagi) buat kita dan bisa menikmati "me time". Kadang, saya berpikir kalo bukan saya yang ngurusin rapinya rumah, siapa lagi? Kalo bukan saya yang tanggung jawab masak, siapa lagi? Pikiran-pikiran itu biasanya jadi semacam obat mujarab saat mood lagi drop. Jadi yaa... Kita deal ama diri kita sendiri. Haha. Semacam itulah.

Ibu saya sering bilang bahwa keluarga itu investasi. Yes, setuju. Apalagi setelah melihat beliau sekarang. Yang dulu saya bilang cerewet ternyata nurun juga ke saya. Kan demi kebaikan. Iya ngga? :D. However, take care of ur family is irreplaceable. Priceless. No matter what ^^.

Monday, 9 December 2013

Curhatan Pagi Ini (Dilema Working Mom)

Ibu sudah pulang ke Malang. Jadi kalo siang Naura full sama Mba May (Mbak yang jaga dia). Mba May datang jam setengah 7 pagi dan pulang setengah 7 malam. Sesudah Mba May pulang saya berdua Naura nunggu Ayah pulang.

Kemarin bercandaan berdua sama Naura di tempat tidur. Naura sumringah banget dan ketawa-ketawa plus sesekali teriak kegirangan. Saya menatap wajahnya dalam-dalam. Oh anakku.. Subhanallah. Wajahnya itu… Engga ada beban sama sekali. Tetiba saya jadi pengen nangis. Entah kenapa. Mungkin juga masih ada sedikit rasa guilty karena saya sesiangan tadi kerja diluar rumah. Mood melow ini kebawa sampai pagi ini.

Apalagi tadi Naura bangun lebih pagi. Jadi saya agak sedikit “gedubrakan”. Disaat lagi pumping dia bangun dan mau nenen. Oke, break dulu pumpingnya. Eh abis nenen udah jam setengah 6. Saya harus mandi. Naura sama ayahnya. Sebelum mandi saya inget harus manasin makanan buat bekal. Disaat lagi manasin makanan dan mau nyuci piring, Ayah sudah manggil dan mau berangkat kerja. Yak.. seandainya saya punya cloningan haha. Jadilah pagi ini lumayan hosh-hosh sayanya.

Sepanjang perjalanan, saya melamun. Saya memang bukan satu-satunya ibu bekerja. Masih banyaaaaak ibu bekerja lainnya yang mungkin kondisinya lebih complicated dari saya. Mungkin problem saya adalah karena saya masih belum terbiasa dan masih kurang efektif bagi waktunya. Harus lebih pagiiiiiiiiiiii dan sebelum tidur usahain no more piring kotor. Meja makan harus bersih. Baju buat besok harus udah siap. Kebiasannya kalo ngelonin Naura saya juga ikut ketiduran. Haha. Minta dicewer.

Yuk berdoa. Menjadi full time mother termasuk cita-cita saya. Nah kalo sekarang saya masih jadi working mom, itu bukan berarti saya melenceng dari cita-cita semula. Saya hanya perlu waktu. Semoga dimudahkan dan dilancarkan niat ini Ya Allah.. Aamiin.  

Wednesday, 4 December 2013

Review medela mini electric (medela minel)

Oia, sebelum lahiran kemarin saya sempat gamang mau beli pompa merk apa. Baca-baca banyak yang cocok pake medela. Trusan uda niat deh kepengen beli pompa elektrik biar engga pegel tangannya. Dalam bayangan saya kalo mompa pas di kantor kan tangannya bisa sambel leha-leha (aka maen hp hehe). Alhamdulillah donk ya doa saya ini di ijabah. Dapet kado medela mini elektrik dari kakak saya.. Horee.. cups Bundanya Io :* :*

Ini dia review medela mini elektrik versi saya:

Udah pake sekitar 3bulanan. So far saya puaas sama performanya medela mini elektrik yang sering disebut medela minel. Meski mini tapi performance-nya maxi. Awal-awal pake memang engga banyak mompanya, 50ml uda banyak banget. Tapi semakin sering di pompa jadinya semakin banyak hasilnya. Sekarang setiap mompa saya dapetnya 100-150ml satu pd dengan durasi 15menitan. Saya mulai nyetok waktu Naura sebulan. Sehari dapet sekitar 4 botol. Dan sesaat sebelum kerja saya punya 80 botol ASIP. Freezer penuh. Alhamdulillah ^^

 Kalo pertama make atur kecepatannya ya. Pake kecepatan paling rendah dulu baru kalo ASInya keluar lancar ditingkatin pelan-pelan kecepatannya. Dulu saya awalnya langsung kecepatan tinggi. Widiiw ambo sakitnyaa T_T. Minel ini bisa pake baterai bisa juga pake listrik. Saya prefer pake listrik karena performanya lebih oke. Tapi pake baterai bisa lebih praktis juga kalo kita lagi ditempat yang terbatas akses listriknya.

Banyak yang bilang kalo sering dipake biasanya karetnya suka bermasalah. Kelebihan medela, partisinya dijual terpisah jadinya bisa diservis. Karetnya bisa beli baru lagi. Cuma 20rban kok. Hemat kan? J Bagi yang pompanya masih garansi, ntar selama diservis kita dapet pinjeman pompa.

Meski gitu saya masih penasaran pengen beli yang manual. Somesay manual dapetnya lebih banyak. Tapi memang tangan lebih pegel. Oia, minusnya minel ini suaranya yang agak berisik. Kaya suara mesin gitu deh. Hehe. Tapi menurut saya minusnya ini engga sebanding sama performanya yang maxi.

Tiramisu Kukus

Nah ini resep si kue cantik edisi wedding anniversary. Bahannya simpel kaya kue kukus biasa cuma bikinnya aja kudu telaten pas ngelapis lapis hehe. Bahan disini bisa dimodif lho. Sesuai selera aja. Saya kalo lagi engga telaten cuma buat 2 lapis haha.


Bahan:
  • Tepung terigu 200gr
  • Susu bubuk 35gr (1bks)
  • Baking powder 1/sdt
  • Gula 200gr
  • Garam secukupnya
  • Telur 2
  • Kuning telur 6
  • Sp 30gr (1 sdm)
  • Torabika cappucino 1 bks (bisa diganti merk lain)
  • Santan kental 125 ml (saya pakai yang instan)
  • Minyak goreng 125 ml
  • Pasta vanili
  • Pasta coklat
  • Pasta mocca
  • Butter cream
  • Keju 80gr (2 bungkus keju kecil)
Cara membuat:
  • Campur rata tepung, susu, garam dan baking powder
  • Mixer telur sp dan gula sampai mengembang
  • Masukkan tepung sedikit2 dan aduk
  • Masukkan minyak dan santan sedikit dan aduk
  • Pisah adonan jadi 3.
  • Adonan A: beri pasta coklat
  • Adonan B: beri pasta vanila dan keju parut (40gr, sisa keju untuk topping)
  • Adonan C: beri pasta mocca dan torabika cappucino
  • Panaskan kukusan. Tuang adonan A ke loyang. tunggu 20  menit. Tuang adonan B. 20 menit lagi. Tuang adonan C. 20 menit lagi.
  • Tuang dari loyang saat sudah dingin. Lapisi atasnya dengan butter cream, lalu parutan keju dan serbuk cappucino. Jadiiiiiiiii.. ^^

Tuesday, 3 December 2013

3rd Wedding Anniversary - Kejutan Buat Ayah


Sebenarnya ini uda latepost. Tapi engga asyik kalo engga nulis disini hehe.

Kemarin 11 November 2013 pas 3rd wedding anniversary kita. Tentu aja semua sepakat kalo kado terindah di anniversary ini ya hadirnya Naura yang bikin rumah kita jadi lebih berwarna. Jadi saya kurang persiapan juga mau nyari kado apa buat suami.Kemarin sehari sebelumnya suami bilang kepengen duren. Ya wis saya niat nyari. Dan ga ketemu. Ujungnya pas hari itu saya kasih suami es duren saja haha.

Menebus rasa bersalah. Saya kepengen bikin cake. Ya meski nelat setidaknya saya masih berusaha kalo momen ini engga lewat gitu aja. Kebetulan juga saya masih cuti. Jadi ada banyak waktu buat kreasi. Pilihan jatuh ke tiramisu kukus. Entah kenapa.

Nah kan pengen romantisan tapi udah ada baby. Cari akal dong ya. Secara kemarin itu Naura masih kecil jadi engga wise menurut saya kalo kita masih ngotot makan diluar. And theeen… Ini dia. Si pojok kejutan.




Ini cake “tercantik” yang pernah saya bikin soalnya niat banget hiasnya. Biasanya kalo bikin kue mah polosan aja atasnya, engga pake acara topping-topping kaya gini. Momen special ya edisi special kuenya hehe.

Resepnya posting terpisah ya.. ada disini.

Ini di sudut ruang tamu. Jadi pas suami buka pintu kondisi rumah udah gelap and lilinnya saya nyalain. Sayang pas ambil foto kemarin pas lampunya nyala jadi efek romantisnya kurang terasa hehe.

Doanya… Semoga keluarga kami ini selalu Sakinah, Mawaddah and Warrahmah. Dilimpahi keberkahan dan rezeki yang mengalir. Diberi kesehatan dan kelapangan disetiap urusannya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Monday, 2 December 2013

Bang Ojek! You save my life

Ada yang bilang kalo ojek adalah solusi kemacetan saat ini. Saya setuju  banget dan langsung angkat tangan mengamini. Semenjak ada Naura tekad saya adalah gimana supaya sampai ke kantor sesiang mungkin dan sampai rumah secepet mungkin. Sebagai konsekuensi karena saya masih bekerja.

Dan saya pun mengojek ria dari rumah ke kantor pp. 15KM coba!! Tapi bener-bener efisien waktunya. Saya berangkat jam 6.45 dan sampe kantor 7.30. Pulangnya dari kantor jam 16.00 and sampe rumah jam 16.45. Mantaaapphh!! Masih bisa maen ama Naura. Meski kalo habis turun dari motor kaki masih suka kepegelan haha. Tak apa. Demi kamu Naura. Kiss kiss :*

Jadi saya kalo pagi masih bisa siapin bekal, sarapan and nenenin Naura sampe dia bubuk lagi. Indah and priceless. Pulangnya pun bisa dengerin celotehnya yang makin gemesin itu. Cintakuuu.. Tuh kan ya, punya baby itu kaya jatuh cinta. Semuanya terasa bikin hati seneng dan engga ngerasa capek.

Biasanya sih udah mulai godaan kalo uda waktunya ngelonin Naura. Ibunya uda mulai ngantuk tapi dianya masih pengen maen. Oh my.. haha.

Sunday, 1 December 2013

Review Clodi ala Naura


Ohiya keinget deh kalo saya janji mau posting hasil pake clodi.

Sejauh ini saya nyaman dan cocok pakein clodi ke Naura. Lebih merasa aman dibanding kasih pospak. Saya baru pakein clodi pas Naura umur sebulanan. Soalnya Naura kemarin mungil banget pas lahir. Jadi lebih prefer pake popok kain biasa dibanding clodi.
 

Foto bukan mengandung promo olshop ya. Memang saya kemarin beli clodinya di Falisha. Enak diskon kalo beli banyak. Yang diatas ini soby minky. Bahannya halus :)

Kemarin beli clodi sekitar 12 buah. 10 model snap (kancing) and  2 model Velcro (geretan). Insertnya ada banyak sekitar 30an. Trus saya juga bikin insert sendiri dari handuk microfiber (beli online) yang saya jahit mirip bentuk insert. Jadinya lebih tipis dari insert bawaan dari clodi sih. Tapi bermanfaat juga karena ternyata kepake banget pas dia NB sampe sebulan. Performanya lebih bagus dibanding popok kain yang garis-garis itu. Daya serap lebih oke and lebih lembut ke kulit baby. Jadilah sebulan pertama Naura pake popok kain homemade ini. Yang tadinya mau dijadiin insert malah jadi popok hihi. Oia, popok homemade ala insert ini banyak yang kagum lho. Soalnya lebih lembut and daya serapnya oke dibanding ama popok kain yang garis-garis itu. #emaknyalangsungsedikitsombong wkwk

Back to clodi. Setelah 2bulanan ini pake. Saya lebih seneng pake yang bahan minky (bludru halus) dan dalemnya abu-abu. Minky lebih halus n engga bulky. Kalo dalemnya abu-abu memudahkan saat mencuci. Apalagi kalo bekas puppy kan suka agak susah ilangnya. Kemarin saya beli yang merk babyland, cluebebe, soby minky ama alvababy. Overall saya suka  yang babyland (kain suede and dalemnya putih) ama soby minky (kain bludru halus and dalemnya abu-abu). Kepengen beli yang blueberry yang konon maknyuuusss banget performanya sekaligus harganya haha. Nantilah. Yang sekarang ini uda oke banget. Sudah sesuai harapan saya. Kemarin-kemarin kalo malam Naura pake pospak. Tapi sekarang pelan-pelan mau saya pakein clodi. Jadi sekarang tiap tengah malam saya ganti dari pospak ke clodi. Oia meski pake pospak saya agak anti kalo harus makein itu semalaman tanpa ganti. Kesian. And keliatan sih, kalo abis diganti dia lebih nyaman bubuknya. Engga pake ogel-ogel hehe.

Lama pemakaian tergantung banyaknya pipis. Kalo pup jelas langsung diganti ya. Tapi kalo pipis aja sih biasanya 4jam saya ganti. Meski pernah 6 jam engga diganti and gpp. Cuma saya masih suka kasian kalo kelamannya. Dipanduannya dibilang cukup diganti insertnya aja. Berhubung saya punya banyak cadangan clodinya jadi saya ganti aja semua hehe. Sekalian seneng aja kalo ganti-ganti kan ganti gaya juga :D

Cara nyucinya biasa aja. Saya pake detergen ultraco. Harganya 25rb. Hemat kok ini. Bisa 2 bulanan. Direndam dulu, kucek trus bisa dikeringkan pake mesin cuci. Tapi masukin ke laundry bag dulu ya biar engga gampang rusak. Jangan diseterika insertnya biar awet. Oya, clodi baru harus di cuci kering minimal 3x sebelum dipakai buat menghilangkan ampas pabrikasinya.

Nah.. Enak kan pake clodi? Tergantung niatnya saja ^^