Sunday, 19 October 2014

Iga Bakar Pedas

Siapapun yang pernah mampir ke Warung Te*ko atau Waring Le*o pastilah kesengsem sama iga atau konro bakarnya yang memang super endes. Sausnya kental, sambelnya pedes yang menurut saya masih kurang pedes dikiit lagi. Pasangan iga dan sambel bertemu dengan nasi putih hangat. Sungguh menggoda. Tak terasa dua piring nasi bisa dilahap :D

Selain karena pertimbangan kantung yang menjadi tak sehat kalo sering jajan kesana, jarak dan macet pun menjadi salah satu  barrier tersendiri untuk berangkat pergi ke resto itu. Plus, sekarang Naura lagi hebohnya pecicilan dan bikin saya heboh sendiri  kalo lagi pergi makan  keluar. Makannya buru-buru dan ga konsen. Nikmatnya berkurang. Maka, buatlah sendiri iga bakarmu dan santaplah di rumah :D
Ternyata tidak semengerikan yang saya bayangkan kok proses pembuatannya. Terkecuali adalah asap oven yang merebak ke seluruh isi rumah, hehe. Saran saya, jika menggunakan oven portable, ovenlah di luar rumah agar asapnya tidak merebak saat oven dibuka. Gunakan panci presto agar hasilnya maksimal. Struktur daging iga yang kenyal memerlukan extra effort untuk membuatnya empuk dan gampang di cuil saat di santap. Oia, siapkan pula sambel terasi yang pedas agar sensasinya terasa  plus tandingkan dengan segelas besar es teh. Nikmat!! 

Bahan:
  • Iga sapi, 500gr
  • Air 500ml
  • Lengkuas 2ruas, geprek
  • Serai 2tangkai, geprek
  • Daun jeruk purut 4lbr
Bumbu Halus:
  • Bawang putih 5btr
  • Kunyit 2ruas
  • Jahe 1ruas
  • Kemiri 3btr, sangrai
  • Ketumbar 1,5sdt, sangrai
  • Merica 1sdt, sangrai
  • Garam 1sdt
Bahan Olesan:
  • Kecap manis 5sdm
  • Saus tomat 2sdm
  • Saus sambal 2sdm
  • Saus tiram 1sdm
  • Merica bubuk 1sdt
  • Mentega 1sdm
Cara Membuat: 
  1. Cuci bersih iga. Masukkan ke dalam panci presto beserta air, bumbu halus, daun jeruk, lengkuas dan serai. Presto kurang lebih 20 menit. Lalu tiriskan iga. Jangan buang kuahnya. 
  2. Campurkan semua bahan saus olesan dan tambahkan 1sdm air sisa presto. 
  3. Lumuri iga dengan saus olesan. Diamkan satu jam. Lebih juga boleh agar hasil maksimal. 
  4. Oven 30 menit, suhu 230derajat (atau setara dengan api besar selama 30 menit). Buka setiap 10 menit dan olesi  kembali dengan saus olesan. Jika suka lebih gosong, tambahkan saja waktu pemanggangannya. 
  5. Sajikan hangat dengan sambel terasi favorit dan lalapan.
  6. Untuk 4 porsi. 

Soto Ayam Lamongan

Setelah weekend lalu bertema mie, maka weekend ini bertema soto. Inspirasi tema kali ini berawal dari lahapnya suami ketika menyantap Soto Ayam Lamongan di abang-abang (pedagang pinggir jalan). Saya yang asli jawa timur kesindir donk ya kalo suami suka jajan masakan jawa timur yang saya berpotensi (harus) bisa bikin, hahaha. Rasa soto ayam abang-abang ini  beda dengan yang rumahan. Kuah kaldunya berasa beda. Beberapa bilang kuah kaldunya dicampur dengan ikan bandeng.
Trus keinget kalo ada saudara saya  yang suaminya asli lamongan. Namanya Mba Ira. Mba Ira ini buka soto ayam lamongan di Bandung yang laris jadi langganan orang jawa timur yang kebetulan tinggal disana. Mba Ira bilang, coba deh kasih kuah kepala udang. Katanya bikin beda. Kali ini bukan kepala udang yang saya pakai, tapi badan udangnya (kepalanya terlanjur di buang). Ngambil sedikit dari stock  untuk Naura. Minta dikit ya, Nduk! Hasilnya? iyep.. kuahnya berasa beda loh.  Dan satu lagi, kemiri sangrai dan daun jeruk purutnya bikin soto ini makin nendang. Pas banget kemarin cuacanya hot superhot. Jadi cocok seger-seger makan soto. Kemarin sayangnya saya lupa engga dikasih tambahan ceker. Sensasi makan ceker ituu... Sesuatu pokoknya. Next time deh :D

Bahan: 
  • Ayam kampung, 500gr. Ayam lokal juga bisa. Biarkan utuh. 
  • Udang, 100gr. 
  • Lengkuas 1 ruas jari memarkan 
  • Daun jeruk purut 4lbr
  • Daun salam 2 lbr
  • Serai 2 tangkai, memarkan 
  • Air 1ltr
  • Minyak 5sdm untuk menumis
Bumbu Halus: 
  • Bawang putih 5btr
  • Kemiri sangrai 3btr
  • Merica 1/2 sdt
  • Kunyit 3 ruas jari
  • Garam 1,5 sdt
  • Gula putih 1sdt
  • Jahe 1,5 ruas jari
Pelengkap:
  • Telur rebus
  • Sambal khas. Resep ada di bawah. 
  • Jeruk nipis 
  • Daun bawang dan seledri, iris halus 2 sdm
  • Bawang Goreng 
  • Kol/ Gubis, iris tipis
  • Taoge
Cara membuat:
  1. Cuci bersih ayam. Biarkan  utuh. Lumuri jeruk nipis. Biarkan 5menit. 
  2. Panaskan air. Masukkan ayam dan udang. 
  3. Panaskan minyak. Gunakan wajan besar yang cukup untuk menampung air dan ayam. Masukkan bumbu halus, lengkuas, daun jeruk purut, daun salam dan serai. Tumis-tumis hingga harum. Tuang ayam dan kaldunya ke dalam wajan. Percayalah teknik ini membuat masakan lebih sedap karena kerak tumisan bumbu akan larut dengan kaldu. Itulah mengapa saya sarankan menggunakan wajan agak besar. Ribet tapi worth it dengan hasilnya. 
  4. Masukan gula dan garam. Gunakan api sedang. Selagi air bergejolak aduk-aduk dan koreksi rasa. Biarkan agak lama agar bumbu meresap ke ayam. Kurang lebih 15 menit api sedang. 
  5. Angkat ayam dan saring airnya. Gunakan panci yang tadi dipakai untuk merebus ayam sebagai wadah untuk menampung kuah yang di saring. Teknik ini membuat kuah soto tetap bening dan bersih saat akan di hidangkan nanti. Tampilannya akan lebih cantik saat  disajikan. 
  6. Masukkan daun bawang, daun seledri dan 1sdt bawang goreng ke dalam kuah. Tetap buka tutup pancinya selagi masih ada asap mengepul. 
  7. Cara penyajian: suwir daging ayam, beri telur rebus iris, irisan kol dan taoge. Siram kuah. Taburi bawang goreng. Beri pelengkap sambal dan jeruk nipis diatasnya. Sekali lagi, sedikit ribet tapi worth it. 
Sambal khas untuk soto: Rebus 3 cabai merah besar dan 10 cabai rawit. Lalu haluskan dengan tambahan 1 butir kemiri. Tambahkan 2sdm kuah soto. Aduk. Letakkan dalam mangkuk kecil. 

Sunday, 5 October 2014

Bakmi Goreng Jawa Pedas

Salah satu yang selalu saya tunggu saat weekend adalah me time di dapur. Biasanya mulai dari hari jumat pagi  udah resah gelisah mau masak apa. Setelah terpilih 3 menu, disimpan dalam memori dan akhirnya yang tereksekusi cuma satu menu saja haha. Bisa karena ketidaktersediaan bahan atau karena keasyikan play date sama Naura n Ayah (baca bermalas-malasan, haha).

Well, weekend kemarin tereksekusi satu menu impian saya setelah ngences lihat brosur rumah makan Thailand dengan tulisan "Bakmi Shanghai". Gambarnya sungguh menggoda. Taburannya, sayurnya, warna keemasannya, ouw ouw... Meriah dan menggoda!! Tapi pas googling  resep ternyata Bakmi Shanghai ini ada campuran selai kacang which is saya engga suka selai kacang. Langsung mundur. Berhubung mood bakmi masih membara, akhirnya bukan Bakmi Shanghai yang saya bikin, tapi bakmi goreng ala ala gitu. Yang warnanya keemasan karena perpaduan kecap dan saus yang oke. Rasanya pedas dan gurih.. Ouwlala.. :D (Untuk penyajian anak-anak, skip saus sambal dan rawitnya ya)

Dan pagi hari kemarin kondisinya kondusif banget. Langsung cuss dapur. Protein hewaninya pakai ayam dan udang sesuai dengan kondisi aktual di kulkas. Sayurnya tetep favorit sawi dan wortel. Mau dikasih kol takut malah keramaian. Prosesnya cepeet. Bikin bakmi ini kuncinya ada di pencampuran kecap dan saus. Jadi kaya di yamin gitu. Ah keburu panjang..  Langsung aja yuk..

Bahan:
  • Mie telur satu bungkus 
  • Daging ayam fillet 150gr, potong kotak kecil
  • Udang 150gr, buang kepala, kulit dan ekornya (kira-kira 15 ekor kecil)
  • Telur 2 butir. Buat orak - arik dan sisihkan. 
  • Sawi  hijau 3 ikat, potong 3cm.
  • Wortel 1 batang, potong korek api
  • Daun bawang 3 batang, iris tipis
  • Daun seledri 1 batang, iris tipis
  • Bawang goreng 2 sdm
  • Kecap manis 3 sdm 
  • Saus sambal 2 sdm
  • Saus tomat 1 sdm
  • Saus tiram 1sdt
  • Air 500ml untuk merebus mie
  • Minyak  goreng 1/2 sdm untuk merebus mie 
  • Minyak goreng 4 sdm untuk menumis bumbu, campur dengan mentega jika suka
Bumbu Halus: 
  • Bawang merah 5btr
  • Bawang putih 4btr
  • Kemiri 2btr
  • Cabai rawit merah 4btr (sesuaikan selera)
  • 1sdt garam
  • 1/2sdt merica
Cara Membuat: 
  1. Panaskan 500ml air dan masukkan 1/2 sdm minyak  goreng. Fungsinya agar mie tidak saling lengket ketika dingin. Setelah air mendidih masukkan mie. Matikan kompor. Tunggu 3 menit setelah mie mulai empuk. Tiriskan. 
  2. Dalam satu  mangkuk, aduk rata kecap, saus sambal, saus tomat dan saus tiram. Masukkan mie. Aduk rata. Pastikan campuran kecap dan saus sudah merata. Teknik ini saya pelajari dari Si Mbak. Bener juga ya. Kecap jadi lebih merata dan tidak overcooked dibandingkan mencampurnya di atas wajan yang menyala. Thank you Mba :*
  3. Panaskan minyak dalam wajan. Masukkan bumbu halus dan tumis hingga harum. Masukkan udang dan ayam.  Tunggu hingga daging ayam dan udang matang.
  4. Masukkan wortel dan irisan daun bawang serta seledri. Aduk rata. Tunggu hingga wortel sedikit melunak. Masukkan sawi dan orak arik telur. Gunakan api sedang. Sawi dimasukkan terakhir agar saat disajikan struktur sawi tidak terlalu lembek dan terasa rasa sawi-nya. 
  5. Masukkan mie kedalam wajan. Aduk rata dan tunggu hingga bumbu terasa meresap. Lakukan koreksi rata. 
  6. Sajikan. Taburi bawang goreng. Tambahkan irisan rawit hijau jika suka. Pastikan bawang goreng yang digunakan masih renyah dan berkualitas baik agar sensasi crispy-nya terasa nendang. 
  7. Untuk 4 porsi orang dewasa. 

Tuesday, 30 September 2014

Resep MPASI Naura - 9mos

Saat Naura 9mos saya sudah mulai berani mengaplikasikan bumbu-bumbu. Biasanya sekalian bikin masakan untuk keluarga dan menyisihkan bumbunya sedikit buat Naura sebelum ditambahi bumbu yang beraroma pedas plus gulgar. Yang favorit itu yang pake slow cooker (sc) karena super praktis dan engga pake repot. 

Resep-resep dibawah ini bisa dimodif dan disesuaikan  dengan stock yang ada di kulkas. Ketika membuat opor misalnya, tak melulu saya menggunakan ayam, terkadang saya membuat opor tengiri, tuna atau bahkan salmon dan daging. Selain agar lebih fleksibel, kandungan yang disantap Naura juga menjadi lebih bervariasi. Resep opor kan tanpa sayur, lalu bagaimana asupan sayurannya? Alhamdulillah Naura termasuk suka dengan camilan aneka sayur rebus, jadi di waktu luangnya saya siapkan labu atau brokoli kukus untuk camilan. 

Apakah saya menyetok bumbu? Tidak. Bukan karena tidak boleh siih.. Tapi karena saya sendiri suka tidak tentu moodnya, hehe. Lagipula bumbu yang diperlukan sangat sedikit :D

Nasi Tim Opor Ayam 
Nasi matang 2 centong. Kurleb 2/3 sc ukuran 0.7 lt.
Paha ayam 1 potong  tiga (bisa diganti dengan udang, daging atau ikan)
Bawang merah 2btr
Bawang putih 1 btr
Kemiri ½ btr
Ketumbar 6 biji
Daun salam 1 lbr
Serai 1batang, keprek
Keju 1sdm
Santan cair 100ml
Air matang 100ml
Minyak goreng atau butter1sdm utk menumis
Cara membuat:
  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri dan ketumbar.
  2. Panaskan minyak atau butter. Tumis bumbu halus dengan daun salam dan kemiri.
  3. Setelah harum masukkan ayam. Tunggu sampai keluar minyak dari ayam. Matikan kompor.
  4. Masukkan nasi ke dalam sc. Masukkan tumisan ayam, santan dan air. Tinggi air adalah tidak lebih dari 1cm diatas permukaan nasi.
  5. Nyalakan sc minimal 6 jam.                                                              

Nasi Uduk Baby
Nasi matang 2,5 centong. Kurleb 3/4sc ukuran 0.7 lt.
Daun salam 1 lbr
Serai 1batang, keprek
Lengkuas 1cm, keprek
Keju ½ sdm
Santan cair 100ml
Air matang 125ml
Cara membuat:
  1. Masukkan nasi ke dalam sc. Nasi harus dalam keadaan dingin agar struktur nasi tim tidak terlalu cair. 
  2. Masukkan santan dan air. Tinggi air adalah tidak lebih dari 1cm diatas permukaan nasi.
  3. Masukkan daun salam, serai dan keju. 
  4. Nyalakan sc minimal 6 jam.

Nasi Kuning Baby
Nasi matang 2,5 centong. Kurleb 3/4sc ukuran 0.7 lt.
Daun salam 1 lbr
Daun pandan 1, ikat. Bisa skip jika tidak ada
Kunyit 2sdm. Haluskan atau cacah halus.
Santan cair 100ml
Air matang 125ml
Cara membuat:
  1. Masukkan nasi ke dalam sc. Nasi harus dalam keadaan dingin agar struktur nasi tim tidak terlalu cair. 
  2. Masukkan santan dan air. Tinggi air adalah tidak lebih dari 1cm diatas permukaan nasi.
  3. Masukkan daun salam, serai, daun pandan dan kunyit.
  4. Nyalakan sc minimal 6 jam.

Nasi Tim Tomat Salmon
Nasi matang 2,5 centong. Kurleb 3/4sc ukuran 0.7 lt.
Tomat merah 1 bh. Parut.
Salmon 100gr atau sesuai selera. Cincang halus.
Bawang merah 1btr, iris halus
Bawang putih 1btr, iris halus
Lengkuas 1 cm, keprek
Butter ½ sdm.
Air matang 225ml
Cara membuat:
  1. Masukkan nasi ke dalam sc. Nasi harus dalam keadaan dingin agar struktur nasi tim tidak terlalu cair. 
  2. Masukkan air dan semua bahan jadi satu. Aduk agar semua bahan merata.
  3. Nyalakan sc minimal 6 jam.

Sayur Asem Baby
Labu siam. Iris kotak kecil. Sesuaikan dengan gigitan baby.
Daging giling 150gr.
Tomat 1btr. Parut.
Jeruk nipis ½ sdm
Bawang merah 1btr, iris halus
Bawang putih 1btr, iris halus
Lengkuas 1 cm, keprek
Air 350ml.
Cara membuat:
  1. Didihkan air. Masukkan daging giling. Tunggu kurleb 5menit.
  2. Masukkan bawang merah,  bawang putih dan lengkuas. Tunggu sebentar.
  3. Masukkan labu, tomat parut dan perasan jeruk nipis hingga empuk.
  4. Matikan kompor dan sajikan.
  
Soto Tuna Wortel
Wortel 1btr parut atau cacah halus
Brokoli 4 kuntum parut atau cacah halus
Ikan tuna fillet. Cincang.
Bawang putih 2btr
Kunyit 1sdm
Lengkuas 1 cm
Daun jeruk purut 1lbr
Serai 1lbr
Butter untuk menumis 1sdm
 Daun seledri.
Air 350ml.
Cara membuat:
  1. Panaskan air.
  2. Sambil memanaskan air, haluskan semua bumbu.
  3. Panaskan butter dan tumis bumbu halus plus lengkuas, daun jeruk dan serai.
  4. Masukkan tuna ke dalam air mendidih. Masukkan tumisan bumbu.
  5. Tunggu kurleb 5 menit. Masukkan wortel dan brokoli.
  6. Tunggu hingga harum. Masukkan daun seledri. Matikan. 

Sunday, 28 September 2014

Siomay Udang Labu for (toothless) Baby

Weekend kemarin ceritanya bisa bobok siang bertiga.. Pules banget  tiga-tiganya. Sampe 2 jam. Dan kebangun udah jam 4 sore. Belum masak buat makan sorenya Naura. Masak nasi pun belum T_T. Gini deh kalo malesnya diturutin. Haha. Tapi engga nyesel juga sih... Jarang-jarang nih waktu tidur siangnya kita bisa klop sama Naura. Kadang kita ngantuk eh Nauranya malah 100 watt ngajakin maen :D

Kepikiran mau buat sop tapi entah kenapa engga mood. Uda keseringan. Mungkin karena kemarin saya habis makan siomay Kingsley yang tersohor di Bandung itu, sore ini yang terpintas di saya adalah bikin siomay dikasih labu yang katanya bisa bikin siomay jadi empuk meskipun uda dingin. Engga bikin keselek.. Apalagi Naura giginya baru 2. Plus juga kan uda ada protein and sayurnya dalam satu sajian. Bisa jadi camilan pula. Praktis.

Ternyata bikin ini ringkes banget. Cocok sama waktu yang pepet. Set set.. dan jadiii.. Sambil ngukus siomay sambil siapin air anget buat mandi n masak nasi. Habis mandi, nasi dan siomay-nya mateng juga. Si siomay emang empuuk banget. Kenyel-kenyel tapi ga bikin seretan. Bayi yang masih toothless pasti bisa kok maem ini. Aah.. Indah...

Bahan:
  • Udang buang kulit dan kepala, 150gr
  • Labu siam, 150gr. Parut. 
  • Telur 1btr.
  • Tepung sagu 1sdm
  • Bawang putih 1 siung
  • Kemiri 1btr
  • Gula garam secukupnya (skip untuk baby under 1y)
  • Wortel parut 1 sdm (untuk taburan jika suka)
Cara membuat: 
  • Panaskan kukusan
  • Blender semua bahan jadi satu kecuali wortel parut. Hasilnya akan sedikit lebih encer. Biarkan saja. Jika terlalu kalis siomay akan kembali terlalu keras untuk baby. Tambahkan keju parut dalam adonan jika suka (keju tidak di blender ya..)
  • Masukkan ke cetakan lalu taburi wortel parut
  • Kukus kurleb 20 menit
  • Tunggu agak dingin, lepaskan dari cetakan lalu sajikan

Thursday, 25 September 2014

Breastpump Medela Minel Pun Mulai Renta

Setahun sudah saya bersohiban dengan breastpump medela mini electric (minel) ini. Sehari bisa sampe 5x dengan durasi rata-rata 30 menit. Berarti selama setahun dia sudah bekerja selama hampir 1000 jam. Saat ini dia pun mulai menunjukkan usianya  yang senja T_T. Si kabel dari adaptor mulai rusak, jika ditancapkan ke motor penggeraknya kadangkala tidak berfungsi. Awal-awalnya sih cuma melemas saja tarikannya. Kadang bisa kadang engga. Sekarang sih lebih sering engga bisanya. Saya akali pake baterai.  Solusi baterai ini lumayan boros juga ternyata, 3 minggu terakhir uda habis sekitar 20 baterai super power (alka****). Semua baterai bekas pakai ini sebenarnya masih bisa dipake buat baterai  jam dinding atau maenan anak. Cuma  kalo dipakai pompa ASI tarikannya kurang endesss.. Kurang narik gitu deh. Hasil jadi ga maksimal. Waktu  yang diperlukan sekali pun lebih lama. Ga praktis kan kalo pas lagi di kantor?

Pertama, saya pengen ganti pompa. Tapi mikir beratus-ratus kalo mau beli pompa jenis yang sama. Apalagi pengalaman pake medela minel ini berfungsi optimalnya cuma setahun gitu. Mo upgrade ke jenis lain yang lebih bagus kok selisihnya engga kira-kira ya? Mostly diatas 1,5jt untuk jenis electric. Apalagi yang double pump. Ada harga ada rupa sih :D Katanya medela minel ini uda pompa ASI sejuta umat. Kok masih kurang awet? Entahlah ya.. Mungkin saya yang pemakaiannya terlalu abusive.

Kedua, saya mo beli yang manual aja. Kesengsem sama unimom mezzo. Some say  bilang, beralih dari electrik ke manual itu lumayan kerasa pegelnya. Dari tangan diem aja musti ngengkol beberapa kali gitu :D Ya wis gamang lagi. Kepikir pinjem temen tapi urung juga. Selama masa galau ini saya tetep pumping pake minel tersayang dengan baterai. Masih susaah berpaling ke lain pompa :D

Ketiga, nyoba deh telpon ke Medela Centernya. Bisa loh diperbaiki. Cuma musti dibawa kesana. Ke Kelapa Gading! Wadoow.. Jauh buangets. Kebayang jauh dan macetnya. Plus pompa  kudu ditinggal dan diambil lagi kemudian. Walah. Kurang menarik solusi yang ini. Biayanya vary. Tergantung kerusakannya. Pas saya kasih clue kalo kabel adaptor tidak berfungsi dikabarin biaya berkisar 300rb. Gleek... Itu mah unimom mezzo juga kebeli kali... Plusnya, selama masa reparasi kita akan diberi pompa pinjaman dan meninggalkan uang jaminan 500rb. At least aman lah ya kegiatan pumping selama pompa dalam reparasi. Tapi masih belum menarik gegara kudu ke Kelapa Gading. 

Keempat, cari alternatif buat beli sparepartnya aja. Temen saya bisikin donk klo adaptor si medela minel ini harganya 800rb. Whaaaatsss?? Puyeng kepala ambo. Biyuuh... Tambah dikit dapat baru donk. Saya coba telpon salah satu online shop, asibayi.com yang katanya jual sparepart medela lengkap. Tujuan telponnya sih mau beli alat engkol manualnya medela. Konon medela minel bisa di convert ke medela manual dengan membeli engkol atau tuasnya. Logika saya sih harusnya beli tuas tidak semahal  beli adaptor. Pas lagi nelpon Alhamdulillah Masnya komunikatif. Harga tuasnya 125rb. Masnya nanya kenapa kok beli tuas, Saya bilang donk kalo medela minel saya adaptornya rusak. Ditawarin deh adaptornya yang katanya cuma 250rb. Uwoow! Seneng bingits saya. Ga jadi deh beli tuas manual, ya mending adaptor donk yaa... Thank you asibayi ^^

Kayanya saya memang terlanjut jatuh cinta sama medela minel ini.. Susah mau  ganti model lain. Go pumping go ASI go!!

Wednesday, 24 September 2014

Weekend Escape: Kampung Gajah Bandung

Saya dan Ayah masih in the mood for holiday. Apa daya cuti terbatas maka kita berusaha memaksimalkan weekend. Naura pun sudah setahun. Sudah lebih fleksibel untuk diajak main. Pilihannya antara Bogor, Bandung atau Anyer. Saya kurang suka pantai karena panasnya ga kuaat. Prefer yang adem-adem aja lah ya... Pilihan mengecil Bogor atau Bandung. Kata Ayah, Bogor kedekatan, setengah jam juga nyampe via tol. haha iya juga siih.. Oke pilihan semakin mengerucut ke Bandung. Deal. Then, kemana kita?

Bandung sebenarnya  menawarkan banyak opsi. Weekend sebelumnya kita habis ke Bandung juga ke rumah sodara di kawasan Cicaheum. Udah lamaaa banget engga jalan ke pusat kota Bandung, bulak balik kesini cuma sowan ke sodara aja. Jadinya kurang update deh ada apa aja di pusat Bandung.. Thanks to  google ya. Semua info ada. Suami suggest ke arah Lembang. Ada banyak opsi disana, Kampung Gajah, Rumah Strawberry, Floating Market and so on. Rencananya kita akan go show dan mau nginep di daerah Lembang juga. Oke.. Bungkus.


Sabtu pagi habis Subuh saya uda mulai packing donk ya... Dengan skenario nginap 1 malam dengan baby usia 1tahun ini bawaannya kaya gini:
  • Baju lengan panjang 4 (model jumper biar rapi)
  • Baju lengan pendek 3 (model jumper biar rapi)
  • Cardigan 1
  • Baju tidur 1
  • Celana panjang 8 (kan Bandung dingin)
  • Kaos dalam 7
  • Baju Renang
  • Ban Renang
  • Pospak 12 (biasanya sehari 4, dilebihkan  biar aman, repot aja ya kalo harus beli pospak di tengah jalan)
  • Selimut bobo 1
  • Slabber 2
  • Gendongan kangoroo 1
  • Kaos kaki 4
  • Sepatu 1
  • Topi 1
  • Peralatan mandi (sabun n shampoo 2in1 biar ringkes, telon, sisir, bedak, tissue basah, tissue kering, gunting kuku, handuk)
  • Peralatan makan (2 mangkuk kecil, 4 sendok, 2 gelas minum,  snack kering,  buah potong buat cemilan di jalan). Sebisa mungkin sediakan satu porsi sekali makan buat jaga-jaga in case dia lapar kita uda ready. Who knows kondisi traffic di jalan ya. Saya kemarin sedia nasi tim, omelet telur keju dan brokoli kukus. It helps loh! Pas lagi di tengah jalan Naura lapar dan terselamatkan dengan bekal ini, Engga sampe habis bis siih.. Tapi lumayan buat ngeganjal. Daripada beli di tempat engga jelas kan ya.. MSGnya itu loh.. T_T
Kalo  bawaan Ayah & Ibunya ga usah di share lah  ya.. Udah pada gede  ini  :D Usahakan semua bawaan untuk Ayah & Ibu plus si kecil masuk ke dalam satu koper biar ringkes dan praktis. Sediakan satu back pack kecil yang isinya dompet, charger, makanan baby, air minum, beberapa pospak dan 1 set baju ganti untuk si kecil plus tas kresek. Ini akan kita bawa saat di tempat rekreasi nanti. Jadi bisa bagi tugas, satu take care si kecil dan satu pake back pack kecil ini. Beda ceritanya kalo pas rekreasi  bawa Mbak/Nanny, hehe. 

Oia pastikan punya cash yang cukup. Bensin pastikan full tank juga. Iya sih ada banyak ATM and SPBU. Tapi 2 hal kritis banget saat diperlukan. Sedikit merepotkan jika traffic sedang kurang bersahabat dan harus mampir ATM atau SPBU. Plus, tidak semua tempat bisa swipe.  Baterai HP usahakan full. Supaya bisa maksimal buat cari info plus rute jalan. Power bank will be great! Bagi saya  yang punya maag (baca suka makan), sarapan sebelum berangkat juga wajib. hehe. Cemilan tak lupa :D

Alhamdulillah kita terselamatkan google maps dan waze. Jadi terhindar macet. Plus saat itu kita berangkatnya pagi, jam 7 dan jam 9.30 sudah sampe Bandung. Yeaay.. Tol luancaaar caarr. Kita diarahkan lewat jalan tikus yang meski banyak belok tapi bebas macet. Mayan lah.. Jadi  nambah pengetahuan gitu. Sepanjang perjalanan Depok - Bandung Naura bubuk nyenyaaak.. Dia kenyang soalnya sebelum berangkat uda sarapan dulu. Good job, Naura! ^^ Oia, sebisa mungkin sebelum berangkat kita sudah pelajari rute yang disarankan oleh google maps atau waze. Ini memudahkan pada saat perjalanan lho.. Karena kita sudah ada sedikit bayangan tentang rute yang akan ditempuh.


Sampe Lembang kita langsung lihat plang Kampung Gajah. Dalam bayangan saya ini akan ada banyak gajah bertebaran gitu... Dan ternyata tidak sodara-sodara. Ada banyak gajah sih, tapi cuma patung-patung doank. Haha saya ketipuuu! Dan saking kagetnya karena ketipu saya engga foto donk di depan Patung Gajah legendaris itu :D Langsung meluncur aja ke dalam. HTM 20rb per orang dan 10rb per mobil. Kita kena 50rb (Naura free karena masih bayi). Saya dan suami giraaaaang  banget. Kayanya sih kita berdua uda berpuluh tahun ga masuk tempat rekreasi gini. Duh keciaan! Naura sih masih belum loading secara masih bangun tidur. Ternyata puanas disana. Pake bangeets. Engga dingin seperti yang saya kira. Jadi Naura saya  gantiin baju pendek dulu. Plus topi, tepatnya kupluk sih. Ayah menggendong Naura, saya menenteng back pack. Uda masuk sana dan bengong haha. Dont know what to do. Iyes kami pun bengong. Celingukan mo ngapain ya ini? :D

Pergilah kita ke loket. Baca-baca ada apa aja disana. Kalo dilihat memang seumuran Naura ini perlu  yang semacam taman-taman gitu deh. Bukan yang naik wahana. Pilihannya banyak:

  • Waterboom. Gede banget dan bisa sampe bosen kalo seharian main disini. Cocoknya sih buat yang uda SD kali ya. Yang uda mulai penasaran maen seluncuran dan model wahana lain yang menantang. Kalo buat Naura yang kecipak kecipak doank saya rasa agak kemahalan. Mengingat masuknya waterboom all in diatas IDR 100rb. Better main di kolam hotel wae lah :D Skip.
  • Taman teletubbies, taman sepeda air, taman mobil. Masih belum cocok buat Naura. Skip. 
  • Mengendari ATV. Jelas. Skip.
  • Naek gajah. Skip.
  • Buanyaak siih. Saya enggak apal. 
Akhirnya kita naek andong. IDR 60rb seputaran. Disini terjadi over expectation. Kita pikir donk ya ini naek andong keliling Kampung Gajah. Ternyata tidaaaaaak...  Rutenya deket buangeeet. Ya ampun ga sampe 10 menit. Dan rute yang dilewati pemandangannya garing  banget. Saya dan suami sampe bisik-bisik, "haah, udah gini aja?". Gak mau rugi kita minta tolong mas-nya buat fotoin kita. Setidaknya ada momento. Meski masih agak ngedumel. Alhamduillah hasil fotonya oke. Jadi sedikit terbayar kuciwanya.

Lalu kita pun bengong mo ngapain lagi ya? Puter-puter kita tertarik  naik kuda. Duh.. ceritanya sih pengen Naura yang  naek kuda. Tapi kan harus ditemani. Suami suggest saya aja sambil gendong Naura. Biyuuh.. ternyata naek kuda itu suerem abiisss. Saya rasanya jantungan. Engga lagi-lagi deh T_T. Padahal cuman seputaran gitu doank.. Horor  bagi saya deh. Takut tetiba kudanya ngamuk. Kan ga lucu tuh kalo sampe nyungsep..

Habis maen kuda kita liat ada Bapak Tua gitu maen balon air. Gelembungnya bisa gede-gede gitu.. eh malah kita ada kali sejam ngeliatin Bapak ini beraksi. Naura suka banget. Langsung yelling kegirangan pas liat gelembung. Mungkin hal baru kali ya buat Naura.. Kelar liat atraksi ini uda semakin siang dan semakin panas. Kita pun putusin buat cuss mo cari maem. Bye Kampung Gajah..

PR selanjutnya: Hotel! Pengennya murah meriah. Rencana awal kita mau nginep di daerah Lembang yang deket Kampung Gajah. Tapi kok yang sesuai dengan budget kita engga ada.. Haha. Maunya  banyak, tapi emoh bayar mahal :D Rencana berubah, kita  mau nginep di tengah kota Bandung aja. Nah kita lack of plan disini nih... Tau sendiri kan Bandung kalo weekend puenuh gitu malah ga buru-buru reserve hotel. Yayaya.. Lesson learned banget ini. 

Kita mau nginep di Sheraton Dago donk ya.. Kesengsem sama suasana resortnya itu. Tapi apa daya kantong tak mampu hahaha. Meringis doank akhirnya. Lewat depan Sheraton sambil nelen ludah. Gleekk! Above 2jt per night. Hellooow... Its a big no no. 

Di sebelahnya ada The Silk Boutique Hotel. Masih kawasan Dago juga, muepet sama Sheraton. Kena 850rb per night. Sreg engga sreg  gitu. Buat harga segitu tapi engga ada kolam renangnya. Suasananya kurang "kita". Uda ngintip kamarnya. Ini cocok buat yang suka suasana chic mininalis gitu. Masih gress hotelnya. Nyoba lunch disini. Lumayan loh.. Saya suka makanannya. Harganya reasonable untuk ukuran hotel. Saya pesan fruit salad, chicken mushroom soup, cheese carbonara, ice lemon tea and ice coffee ga sampe IDR 150rb loh. Standard cafe aja kan? Tapi kalo kata suami sih mendingan makan lalapan Sunda haha. Ya iyalah.. Kenyangnya beda. Kenyang makan dan galau pun dimulai lagi. Mo nginep dimana euy? Kita mulai lelah dan memutuskan ke pusat kota aja. 

Keinget sama Savoy Homann di Jl Asia Afrika. Sudah pernah nginep disini dan sukaaa banget sama menu breakfastnya.  Cocoklah buat yang norak kaya saya ini. Semua mau dimakan :D. Kamarnya sih engga gitu gede. Paling 20 meter persegi.Pas ditelpon langsung girang donk ya.. Harganya ga jauh beda sama kita pas nginep kapan itu. IDR 720rb per night. Tapi kolamnya lagi ga bisa. Emm.. agak kuciwa tapi ya wislah. Udah mulai cape.. Sepanjang perjalanan Dago ke Savoy masih coba cari alternatife hotel karena sedari awal pengen nginep kawasan Dago. Ada beberapa hotel yang kita liat dan g sreg. Ada yang spooky dan ada yang kesannya hotel "macem-macem" gitu deh. 

Uda hampir sampe ke Savoy kita liat plang Hotel Prama Grande Preanger. Seems good nih hotel. Saya buruan googling donk ya buat liat gambar dalamnya hotel. Kok kayanya lebih bagus. Haha.. Bimbang lagi donk kita :D Harganya IDR 760rb per night dan swimming pool available. Waduh langsung berubah pikiran dan langsung cuss masuk ke parkirannya Hotel Prama Grande Preanger ini. Memang kita pasangan galau. Kita pun cancel yang di Savoy dengan alasan pengen renang (emang iya sih..). Alhamdulillah.. Ga salah pilih. Kamarnya gede, lantainya berkarpet dan suasananya oke. Yes, kelelahan ini terbayaar :D Sarapannya oke punya. Banyak opsi. Satisfied! Sayang kita ga sempat foto bertiga disini, Naura aja yang eksis hehe.

Overall, weekend escape kali ini kita puas buangeeet... Pengen main lagi next time. Lebih oke kalo  bisa stay di Sheraton Dago Hotel, haha.